Pelatihan Asprak Fisika #1

Ceritanya dimulai pas saya masih semester 2. Adalah sebuah mata kuliah yang cukup dijauhi oleh banyak orang di TPB namun sebaliknya sangat saya sukai, bernama Fisika. Saya sendiri nggak tahu persis alasannya kenapa saya sangat menyukai kuliah tersebut. Dosennya biasa-biasa saja, praktikum berjalan seperti normal, ada soal-soal susah yang saya kurang mengerti, namun saya tetap menyukainya.

…Hem, ya, segala sesuatu pasti ada alasannya. Dan nggak mungkin saya sendiri nggak tahu. Ya.. kalau disuruh memberi alasan kenapa saya menyukai Fisika, kurang lebih adalah karena Fisika memberikan saya sense of nostalgia yang sangat kuat. Membuat saya terkenang akan masa-masa saat saya SMA, tentang seorang guru Fisika di SMA saya yang sangat disiplin dan keras namun kalau menjelaskan konsep selalu menyenangkan. Tentang masa-masa dimana saya mengajarkan teman-teman saya mengenai dasar-dasar dan konsep, bukannya sekedar menghapalkan rumus.

Dan jelas, perasaan tersebut cukup kuat sehingga membuat mood saya selalu senantiasa bagus setiap kali saya mengikuti kuliah Fisika. Nggak peduli sesulit apapun materinya, pasti saya akan dalami dan saya kejar terus, sampai paham. Itulah Fisika bagi saya.

Pada saat semester III baru dimulai, ada banyak perasaan tidak enak dalam diri saya. Saya sudah terlalu terikat dengan TPB, saya sulit untuk melepaskan masa-masa itu. Yap, saya galau. Dan dalam kegalauan itulah, salah seorang teman dekat saya menghampiri saya dan memberitahu mengenai pembukaan pendaftaran calon asisten praktikum Fisika yang baru.

“Kan kamu Fisikanya bagus, Dri. Daftar sono,” begitu ucapnya.

Saya tidak berpikir panjang. Saya memenuhi semua persyaratan yang diperlukan, menyerahkannya, dan menunggu. Detik demi jam, hari demi minggu saya menunggu. Katanya akan ada seleksi. Katanya akan diumumkan dalam waktu dekat. Namun saya bulan demi bulan berlalu, Ospek Fahutan dan Departemen Hasil Hutan bahkan telah terlewati, dan masih saya belum mendengar kabar lanjutan dari pendaftaran saya sebagai calon asisten praktikum Fisika.

Tambahkan dengan tekanan akan nilai-nilai UTS saya yang amat rendah di Fahutan pada semester ini, saya akhirnya melupakan bahwa saya pernah mendaftar sebagai asprak Fisika. Life goes on, saya belajar dedaunan, pepohonan, dan lain-lainnya sebagaimana seorang mahasiswa fahutan biasa. Saya belajar mati-matian untuk UAS agar nilai saya bisa menambal UTS yang hancur, dan saya cukup sukses melakukannya. UAS terlewati dengan lancar, dan liburan pun tiba.

Yap, hingga kurang lebih seminggu lalu, dimana sebuah SMS mendadak masuk ke dalam handphone saya. Memberitahukan bahwa daftar nama calon asisten praktikum yang akan mengikuti Pelatihan Calon Asprak Fisika sudah dipajang di depan laboratorium Fisika.

Saya, merasa agak kurang antusias dan pesimis, menunda-nunda melihatnya. Saya menyibukkan diri saya dengan berbagai kegiatan – seperti berkecimpung di DPM, misalnya – dan mencoba memberitahu diri saya sendiri bahwa peluang nama saya ada di sana sangat kecil. Namun, saat empat hari lalu sebuah SMS masuk dan memberitahu bahwa saya harus konfirmasi akan hadir atau tidak dalam Pelatihan tersebut, saya tidak dapat menunda-nunda lagi. Rasa ingin tahu saya sudah terlampau tinggi. Jadilah saya datang ke Laboratorium Fisika TPB – yang sudah tidak saya kunjungi selama LIMA bulan – dan mendapati nama saya termasuk dalam daftar calon asprak yang diperkenankan mengikuti Pelatihan. Ho joy.

.

Saat saya membaca pengumuman tersebut, ada sebuah perasaan aneh yang bangkit dari dalam diri saya. Perasaan sebagai seorang mahasiswa baru, anak TPB, yang sangat menyukai kuliah Fisika. Perasaan yang sudah lama tidak saya rasakan. Pendek kata, saya pun konfirmasi bahwa saya akan datang, dan pada tanggal 17 Januari kemarin, Pelatihan Dua Hari Calon Asisten Praktikum Fisika pun dimulai.

Hari Pertama: Kejutan!!

Ternyata Tuhan tidak membuat semuanya terlalu mudah untuk saya. Hal pertama yang diselenggarakan dalam pelatihan tersebut adalah Latihan Soal, yang berisi seluruh materi Fisika satu semester tingkat 1. Materi UTS dan UAS, sekaligus. Dengan sistem Plus-Minus (Benar +1, Salah -1). Waduh tekanannya luar biasa, saya sampai sakit kepala dan menyesal nggak baca-baca materi dulu sebelum datang ke pelatihan pagi kemarin. Sebagian besar rumus sudah lenyap dari kepala saya, digantikan nama-nama latin dan spesifikasi dedaunan.

Saya tertawa miris dalam hati, namun – yah, sebagaimana saya seperti biasanya – saya nggak mau nyerah. Saya menulis semua konsep di atas selembar kertas, semua yang saya ingat, dan menurunkan rumus-rumus sangat banyak. Saya mengerjakan hanya yang saya ingat dan saya mampu, meninggalkan yang terlalu sulit – seperti Relativitas. Dan ternyata…. saya mendapati bahwa saya malah cukup menikmatinya. Adrenalin saya terpacu, semangat saya bertambah untuk setiap soal yang berhasil saya kerjakan. Saya benar-benar merasa senang!

Setelah latihan soal yang gila-gilaan tersebut, sisa hari tersebut dihabiskan dengan me-review materi-materi Fisika tingkat 1 yang sebagian besar sudah terlupakan oleh saya – dan ternyata, oleh sebagian besar mahasiswa yang ada di ruangan juga. Hehehe… saya tahu bahwa harusnya saya nggak boleh senang, tapi menyadari bahwa saya tidak sendirian paling bego di kelas ternyata cukup membahagiakan #parah #plakk :P

Hari Kedua Pelatihan: Praktikum Total!

Hari kedua, tepatnya hari ini, dibuka dengan pembagian hasil Latihan Soal kemarin. Saya rada cengar-cengir pas ngelihat hasil punya saya. Ternyata tidak terlalu parah lho :mrgreen:  Yah… memang bukan yang tertinggi, tapi bukan yang terendah pula. Untuk seseorang yang menghabiskan lima bulan terakhir berkecimpung di bidang Kehutanan dan meninggalkan Fisika sepenuhnya… tidak terlalu buruk lah :mrgreen:

Kemudian, pelatihan dilanjutkan dengan semua anggota diharuskan untuk membentuk kelompok-kelompok dan melakukan praktikum untuk semua materi yang ada. Yups. Se-mu-a-nya. Sembilan praktikum dalam waktu satu hari. Kedengarannya mustahil? Yah… ternyata berhasil lho. Dari jam sepuluh pagi sampai sore tadi, Full, isinya praktikum semua. Sampai kepala dan ubun-ubun pening! Mencari data, memasukkannya dalam sheets yang ada, untuk diolah kemudian!

Praktikum Kinematika!

Dosen Pembimbing memberikan arahan

Memang belum benar-benar selesai hari ini, sih. Kelompok saya masih kurang dua materi praktikum, dan rencananya kami akan menyelesaikannya besok. Setelah selesai, kami diwajibkan untuk menulis laporannya dalam buku, dan dikumpulkan pada tanggal yang telah ditentukan. Kapan itu? Dirahasiakan, sih, tapi satu clue: Itu harus dalam waktu dekat ini.

Gimana Rasanya Balik ke Lab Fisika?

Rasanya? Hehe… sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di satu sisi saya merasa pening, pusing, dan sakit kepala karena sudah lama tidak berkecimpung dalam Fisika. Rumus-rumus sudah banyak yang lupa, menghitung angka rada canggung, dll. Namun di sisi lainnya saya merasa senang. Senang bisa kembali, senang bisa berada lagi di Lab Fisika, dan senang karena saya – Insya Allah, jika semuanya lancar – bisa mendapatkan lebih banyak lagi pengalaman dan ilmu dari menjadi Asisten Praktikum Fisika.

Laboratorium Fisika TPB

Tentu saja, masih jauh jalan yang harus saya tempuh. Masih banyak hal-hal yang harus saya khawatirkan (seperti misalnya nilai-nilai Semester 3 saya ini, huhuhu :cry: ). Namun dua hari pelatihan ini benar-benar membuat saya merasa lebih baik dan lebih positif dibandingkan sebelum-sebelumnya, dan saya menjadi merasa sangat menanti-nanti akan tibanya semester berikutnya, demi mengejar ilmu, meningkatkan nilai-nilai, berkontribusi dalam pembangunan Angkatan 48 Institut Pertanian Bogor, dan menambah wawasan saya seluas-luasnya.

Doakan saya ya, teman-teman semua. Terima kasih! :mrgreen:

9 thoughts on “Pelatihan Asprak Fisika #1

  1. Assalamu’alaikum kak Kadri tenyata kakak super sekali subhanallah. . . jadi asprak fisika
    saya sering buka buka blog dan sering juga saya melihat blog kakak, dan akhirnya saya baca menarik sekali ternyata. saya sebenarnya juga mau jadi asprak fisika tapi sedang nyari nayri info nih buat pendaftarannya. akalu kakak ada info tolong beritahu saya ya kak. Terimakasih. semangat:)

  2. Assalamualaikum wr wb
    Wah.. semester 3 udah bisa jadi Asisten Praktikum ya?
    kalo di Unair lebih tepatnya Departemen Fisika harus udah menempuh 4 semester dulu alias baru bisa melamar di semester 5..
    Dan biasanya yang melamar jd asisten praktikum fisika ya mahasiswa2 fisika.. bukan lintas jurusan.. :)
    #salam kenal

  3. mantebb dri.. kalau aku daftar jadi asisten PAI… mantebb bangett tes-nya, tertulis (dan itu materi dari buku2 yang beratt semua.. (-_-))… tes wawancara ttg visi misi, micro teaching, tes praktek ibadah (wudhlu, tayamum, shalat… ), tes hafalan qur’an… tes baca qur’an.. ada sesuatu yang harus kurubah disana.. semangat… :D

    • Asisten PAI? PAI saya dulu dapetnya B… jadinya nggak bakal bisa ikut daftar itu :P
      Pokoknya semangat tes asisten PAI-nya Hep.. dan apapun yang harus kamu ubah itu… ubahlah… agar bisa menjadi lebih baik.

      SemangkA!! :mrgreen:

  4. hai,, alkadri, do you still remember me?
    My cellular phone was stolen in Bali, do you still have contact of our friends in Asian Science Camp, I lost all their contacts..-_____-
    but luckyly i found you…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>