Menggenggam Dunia Di Waktu Yang Tepat

IMG_2802

Korea Utara mengancam akan menyerang Amerika Serikat dengan rudal nuklir, aktivis Pro-Senjata di AS menentang adanya undang-undang senjata berat, Iran berhasil meluncurkan monyet ke luar angkasa. Berbagai hal luar biasa tersebut terjadi di belahan dunia lain, ratusan – bahkan ribuan – kilometer dari tempat kita berada sekarang.

Sepuluh tahun lalu, bahkan dengan sudah adanya internet, sangat sulit membayangkan bahwa suatu hari kita akan bisa mengetahui berbagai hal luar biasa yang terjadi ribuan kilometer dari kita dalam sekejap. Sulit untuk membayangkan di mana jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk memperoleh informasi. Tapi, sekarang ini, seluruh berita di dunia dapat kita baca di genggaman tangan kita.

Teknologi, dengan berbagai macam gadgetnya, telah terjangkau oleh berbagai lapisan kalangan masyarakat. Smartphone, laptop, bahkan tablet bukan lagi menjadi monopoli kaum berduit karena harganya semakin murah. Komputer tidak lagi menjadi monopoli kaum akademis karena UI-nya semakin sederhana dan mudah digunakan oleh siapa pun.

Keberadaan teknologi di tengah-tengah kita, dengan menjadi bagian kehidupan kita, memberikan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan berbagai informasi dari seluruh dunia. Ingin mengetahui perkembangan pergerakan di Timur Tengah? Ingin mencari berita mengenai lingkungan? Ingin mencari foto-foto bagus nan cantik? Buka smartphone kita.

Teknologi, gadget, dan jejaring sosial sebagai media informasi memiliki pengaruh positif. Pertama, tentu saja, akses informasi menjadi lebih terbuka dan cepat bagi semua orang. Yang kedua, pembaca – dalam hal ini, khalayak luas yang mencari informasi, berita, dan semacamnya – bisa menjadi lebih mandiri.

Kemandirian dalam pencarian informasi ini merupakan sesuatu yang cukup unik. Selama ini, sama seperti TV, radio, san semacamnya, masyarakat yang merupakan pemirsa tak memiliki kuasa untuk mencari berita mereka sendiri. Pemirsa di masa lalu dipaksa untuk duduk di depan TV, membeli koran, dan menerima berita apa saja yang ada di sana. No crosscheck. Kita duduk, nonton TV,  dengarkan berita, dan pergi.

Kondisi seperti ini teratasi sekarang. Dengan akses internet di genggaman, siapa pun bisa mencari berita apa pun yang mereka sukai sembari meng-ignore apa pun berita yang mereka anggap tak relevan. Kita adalah pemirsa, kita harus bisa memilih berita kita.

Namun di sisi lain, hal ini juga berdampak negatif. Sudah sewajarnya bagi kita, manusia biasa, untuk tidak puas akan segala sesuatu. Ketidakpuasan ini mengarah pada perasaan tidak puas, tidak merasa cukup, akan apa pun yang ada di sekitar kita. Lama-kelamaan rumput tetangga akan semakin hijau, dan kita menjadi berpikir bahwa segala berita dari luar, dari tempat-tempat nun jauh, pun adalah berita-berita yang sangat menarik.

Ujung-ujungnya, empati kita pada lingkungan kita sendiri menjadi sangat kurang. Kita bisa tahu kalau Korut siap berperang, sementara temen sekelas yang sedang sakit malah kita nggak tahu sampai sekian lama. Kenapa? Simpel: karena bagi kita, berita yang dekat dengan kita kurang menarik.

Oleh karena itu, dalam penggunaan teknologi, kebijakan pribadi dan kedewasaan juga harus diterapkan. Pengguna teknologi, sebagai ‘permisa’, harus bisa mengetahui kapan waktu untuk teknologinya maupun untuk kehidupan pribadinya. Keduanya harus tidak bersinggungan dan bergesekan. Ingat: teknologi harus diterapkan dengan moral!

***

Jadi, kalau lagi ada acara wisudaan, atau acara-acara apa pun yang ramai, yang benar-benar signifikan, jangan buka-bukasmartphone kecuali ada hal-hal super penting seperti SMS dan telepon dari keluarga.

Khan sedih rasanya… yang lain lagi pada pesta, kitanya malah ngelihat layar hape kita atau semacamnya, seorang diri. :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>