Keluarga Baru dan Agroedutourism IPB

Niatan pertama gabung dengan AET IPB, sejujurnya, tak lebih tak kurang adalah karena iseng-iseng. Coba-coba. Bahkan, lebih jujur lagi, aku mendaftar karena diajak oleh temanku, yang konon juga diajak oleh temannya, dan seterusnya :P Melewati tahapan seleksi administrasi (pendaftarnya banyak lho, ternyata), lalu diteruskan tahapan wawancara (aduh peserta yang lain kayanya pas diwawancara berwawasan banget, keren lah). Setelah itu, saya tidak terlalu memikirkan hasilnya, saya pikir kecil kemungkinan saya bisa lolos.

Tapi, ternyata oh ternyata, di suatu sore hari yang biasa, mendadak ponsel saya berdering. Sebuah SMS masuk dari panitia, memberitahukan saya bahwa saya diterima menjadi anggota AET.

Menjadi pemandu wisata!

Menjadi pemandu wisata!

Mengikuti pelatihan selama dua hari penuh, saya menerima job pertama sebagai pemandu wisata hanya seminggu setelahnya. Himakova IPB sedang mengadakan acara Hari Biodiversitas, dan bekerjasama dengan AET IPB, kami bertugas memandu anak-anak SD dari kota Bogor yang berkunjung ke IPB untuk ikut serta dalam event tersebut. Anak-anak SD-nya sebagian besar adalah anak-anak kelas 5, sehingga Alhamdulillah sudah lebih bisa untuk diarahkan. Namun, boy, saya baru menyadari satu hal dari job tersebut: menjadi pemandu wisata itu susah.

Tapi… menjadi pemandu untuk anak-anak juga menyenangkan. Menemani mereka menanam pohon, menggali biopori, dan jalan-jalan keliling kampus. Dan masih banyak lagi. Plus, saya bisa sekalian mempromosikan IPB kepada mereka. Di tengah-tengah acara, saat ditanya “Siapa yang mau kuliah di sini nantinya?” nyaris semua dari mereka angkat tangan.

Yay! :mrgreen:

Last 12 Months - 3701 Last 12 Months - 3703

Di akhir hari, saya mendapatkan pelajaran baru, pengalaman baru, dalam jumlah yang sangat tak terhingga. Ini adalah pekerjaan pertama saya yang secara langsung berhubungan dengan dunia kehutanan – atau minimal, dunia pertanian – yaitu menjadi pemandu wisata biodiversitas. Masih banyak yang harus saya pelajari agar bisa menjadi pemandu yang lebih baik, tapi saya merasa saya bisa melakukannya. :D

Terakhir, saya juga merasa mendapatkan keluarga baru dari AET IPB ini. Para pemandu angkatan saya semuanya orangnya baek-baek dan ramah-ramah, rajin menabung pula. Semoga kami bisa menjadi lebih erat, dan dapat bekerja dengan lebih baik lagi nantinya.

AET IPB angkatan 2013

AET IPB angkatan 2013

(Tentang) Bertanya dan Budaya Kita

Ask

Beberapa hari lalu aku mengikuti sebuah kuliah. Kuliah tersebut dilangsungkan di sebuah ruangan full-AC, pada pukul 8 pagi. Bisa ditebak, sebagian besar mahasiswa yang ada di kelas masih ngantuk-ngantukan dan belum bisa fokus penuh pada kuliah yang diberikan.

Kuliah berlangsung selama 100 menit, dan sepanjang kuliah tersebut, dosen yang menerangkan pun hanya berdiri atau duduk-duduk di depan, menggeser slide powerpoint yang sudah ada di laptopnya, sambil menerangkan dengan nada yang monoton. Seratus menit berlalu, slide sudah mencapai yang paling akhir, dan powerpoint di-close. Beliau berdiri, dan berkata, “Ada yang mau bertanya? Sudah paham?”

Continue reading

Danbo Kayu

Beberapa hari yang lalu, seorang teman saya meminta bantuan ke anak-anak di kelas untuk membantu membuat boneka Danbo. Boneka-boneka tersebut rencananya akan dijual, didanuskan, ke abang-kakak atau bapak-ibu civitas Fahutan sendiri, dan profitnya akan digunakan sebagai salah satu sumber pemasukan dana Masa Perkenalan Departemen. Saat itu, jujur, saya tidak tahu banyak mengenai Danbo. “Apa itu Danbo,” adalah pertanyaan yang tidak sempat saya suarakan ke teman saya itu. Saya bahkan tidak begitu peduli, karena saya waktu itu sedang pusing memikirkan banyak sekali hal.

Namun semalam, saat saya searching di Google, iseng-iseng saya masukkan kata ‘boneka Danbo’ ke kolom pencarian. Dan boy, akhirnya saya tahu boneka Danbo itu seperti apa rupanya ternyata!

Looking back once again, saya menyadari kalau saya sebenarnya sudah tahu mengenai wujud si boneka ini sejak lama, namun baru kali ini saya benar-benar mengetahui nama asli si boneka. Didorong rasa penasaran dan ketertarikan saya akan bekerja di bidang kayu (lagi), saya samperin teman saya itu, dan saya berkata saya ingin membantu beliau dalam pembuatan boneka Danbonya. Beliau setuju saya bergabung, dan dengan segera mengajarkan ulang kepada saya mengenai cara-cara melakukan finishing pada kayu.

Saya belajar cepat, dan hasilnya… beberapa Danbo lagi telah selesai, tinggal ditambahkan detil-detil kecil seperti detil pada wajahnya. Nanti akan saya posting disini kalau sudah benar-benar jadi.

Dan… ada yang berminat beli?? :mrgeen: